BudayaCerita
Trending

“Yang Patah”, Sebuah Film Dari Enggar Adibroto

Bulan November 2011 saya dihubungi mas Enggar Adibroto. Saya diminta menyiapkan sebuah cerita tentang perselingkuhan, citra diri, namun berbalut konflik internal antara sisi kemanusiaan dan karier.

Saya ajukan cerpen saya yang berjudul “Yang Patah”. Tak sampai disitu, saya kemudian diajari menulis skenario film. Tentu saja berbeda dengan cerpen.

Setelah beberapa kali revisi, akhirnya naskah itu disetujui mas Enggar. Beberapa kali pula mas Enggar menawar penghilangan dialog-dialog yang menurutnya terlalu puitis.

“Ora iso. Nek gelem kuwi, ra gelem wis. Saiki piye carane sampeyan menyiasati ben kalimat-kalimat puitisku iso mlebu,” saya ngeyel.

Langsung saja, ini adalah skenario yang merupakan hasil tawar-menawar kami. Tanpa kopi, tanpa rokok ketika adu argumen. Saat itu almarhum istri saya bahkan sempat meminta saya untuk ngalah. Tapi apapun, inilah hasilnya.

Benedictus Agung Prasetyo, Edhie Prayitno Ige, Donny Danardono, dan Enggar Adibroto saat mendiskusikan film “Yang Patah”, di Unika Soegijopranoto. (foto: gambangsemarang.net/agus budi santoso)

YANG PATAH (sebuah skenario adaptasi cerpen “Yang Patah” – edhie prayitno ige)

Sinopsis:

Farida adalah Seorang anak kecil yang tinggal di tempat pembuangan akhir sampah bersama keluarganya.

Dengan segala keterbatasan yang ada, farida sama sekali tak merasa kurang dengan kasih sayang ke dua orang tuanya

Hari hari mereka penuhi dengan candaan dan kegembiraan khas sanak anak dan keluarga sederhana. Kedua orang tua farida, adalah orang orang yang bersemangat mengahadapi hidup dan punya keinginan kuat untuk maju.Itu sebabnya walau dengan segala keterbatasan yang ada, Farida tetap bersekolah dan didikan orang tuanya yang membangun jiwa optimisme pada diri farida membuat ia nyaman saja bersekolah diantara teman temannya yang mempunyai kehidupan yang lebih baik.

Sampai suatu ketika, seorang anak penderita down syndrom masuk di tempat pembuangan sampah tempat dimana farida dan keluarganya tinggal.Anak tersebut bernama cemara, dan ia tak punya keinginan dan cita cita apapun kecuali, hanya ingin bisa mengikat tali sepatu sendiri, dengan harapan ibunya bisa bangga.

Dan cemarapun akhirnya menjadi bagian dari keluarga kecil farida. Hari hari mereka di isi dengan kegembiraan , sampai suatu ketika, orang tua cemara datang untuk menjemputnya.  Dan sebagai ucapan terimkasihnya, maka farida pun diajak untuk tinggal bersama mereka.

Ida adalah seorang manajer sebuah perusahaan, dalam posisi nya seperti itu, menuntut ida kehilangan banyak waktu untuk keluarga dalam hari harinya. Suaminyapun punya kesibukan yang sama, hidup mereka baik dikantor maupun di rumah, tak jauh dari layar-layar. Ditengah segala kelebihan yang ia punya, ida merasa kehidupannya kosong. Ketika suatu hari  tekanan dalam pekerjaan begitu hebatnya ia konflik dengan salah satu staff nya yang bernama purba. Karena menganggap purba begitu lambat dalam bekerja. Konflik itu yang membuat Ida suatu hari mengikuti purba pulang. Ternyat purba dan kakaknya tinggal di sebuah rumah dimana mereka mengasuh anak anak cacat yang dibuang orang tuanya,

Melihat anak anak cacat itu dan setelah dialog dengan kakaknya purba, membuat ida  luluh, segala kekosongan di hatinya seperti ada yang mengisi.

Dan segala kebencian dengan purba menjadi kekaguman kekaguman kesadaran ida  bahwa dirinya selama ini  bukan lagi miliknya sendiri, membuat ia meminta berpisah dengan suaminya untuk menuruti obsesi dari masa lalunya…dan kepada purba.

EXT

I           Kaki anak kecil yang berlari di tempat pembuangan akhir sampah, kamera naik  shoot farida kecil berlari membelah lautan sampah.

Cut to

INT.

II.        situasi di dalam rumah gubug

            Pintu gubug, tampak muka farida yang menoleh kanan-kiri lalu menghilang

Cut to

EXT.

III.       orang orang yang bekerja di tempat pembuangan sampah dan farida menghampiri

Orang tuanya

1

Farida:

Mak…mak….

2

Mak Farida:

Ya nak?

3.

farida

buku  tulisku habis, belikan aku buku baru

farida berlari  meninggalkan emaknya

4.

Emak farida: ( berteriak )

Oey..ganti baju dan makan dulu

Bapak farida mendekati emak farida

5.

Bapak farida:

Punya uang mak?

6.

Emak farida:

belum

7.

Bapak farida:

Lalu?

8.

Emak farida

coba tak pinjam karman dulu

Emak farida mendekati karman yang sedang  menulis puisi siatas tumpukan sampah,sambl sesekali membaca pusinya

9

Emak farida

Pinjami aku uang, man

10

Karman ( mengentikan membaca puisi )

Berapa?

11

Emak farida

Lima ribu saja

12

Karman

Buat apa?

13

Emak farida

Beli buku tulis buat farida, buku tulisnya habis

14

Karman

Ooo.

Karman mengambil uang dari dompet

Ini, kalau buat sekolah saja ndak papa.

15.

Emak farida

Trimakasih, man.

16.

Karman ( akan membaca puisi lagi ,tapi terhenti )

Ya

17

Emak farida ( sambil berjalan meninggalkan karman)

Jangan khawatir, besok pasti kukembalikan

18

Karman ( akan membaca pusi, terhenti )

Iya iya…

19

Emak farida

Kalau nanti sore aku lupa, ingatkan ya

20

Karman ( mulai jengkel ) ( beberapa kata membca puisi lalu terhenti )

Iya iya..

21

Emak farida (agak berteriak karena jaraknya dengan karman mulai jauh )

Kalau tidak aku, ya bapaknya farida

22.

Karman ( membanting kertas puisinya dan menendang nendang sampah didepannya )

23.

Bapak farida ( heran melihat karman )

Ada apa dengan karman, mak?

24

Emak farida ( wajah heran melihat karman )

Ndak tahu pak, mungkin saatnya kawin.

25

Bapak dan emak farida saling berpandangan

Cut to

INT

26

Farida masuk ke gubug, mengambil bungkusan makanan. Lalu masuk di dalam kelambu untuk makan.

Shoot: lalat yang menempel di dalam gubug.

Shoot: farida makan di dalam kelambu.

Shoot : gubug

Long shoot: tempat pembuangan akhir sampah.

27

Emak farida  (masuk ke gubug dan bicara dengan anaknya berbatas kelambu)

Ini uang untuk membeli buku, kamu beli sendiri ya

28

Farida

Iya mak

29

Emak farida memasukkan uang ke dalam kelambu

Shoot: tangan emak farida memasukkan uang

Shoot :tangan farida menerima uang

Cut to

INT

30

Shoot : tangan di keyboard laptop

Shoot :layar laptop

Shoot: meja

Shoot: tumpukan berkas tiba tiba dijatuhkan diatas meja

31

ida

Kamu selesaikan hari ini, Dan kamu siapkan data progress, casflow bulan ini. Sebentar lagi  aku  ada meeting dengan pusat

Oh ya, data tentang persiapan ekspansi kita,peta kompetitor,peta market, semuanya siapkan di meja saya

32

purba

bu,maaf yang kemarin saja belum selesai

33

Ida ( memandang tajam purba )

Kamu lambat

34

purba:

saya sudah berusaha bu,

35

ida

usahamu kurang keras.

Purba terdiam dan menunduk.

36

Purba

Tolong saya diberi waktu sehari saja bu, nanti saya lemburnya

37.

Ida

Apakah sekarang kita sedang bicara tentang tawar menawar?

kuberitahu satu hal, aku mencapai posisi seperti ini bukan jatuh dari langit, aku kerja keras untuk mencapainya,  Dan aku tidak akan membiarkan posisiku terganggu gara gara staff brengsek seperti kamu.

Dan aku tidak ada beban sedikitpun untuk memecat kamu, jika kuanggap kamu mulai mengganggu posisiku

Sekarang kamu siapkan berkasnya. Aku akan meeting

Cut

INT

Ruang meeting

37

Bos

Ida, bagaimana progres pekerjaan kita yang di palembang?

38

Ida

Sudah hampir selesai ,pak

39

Boss

Seminggu kemarin kita bertemu, kamu juga mengatakan hal yang sama. Kamu orang teknik, saya orang teknik, katakan pada saya dengan bahasa teknis. Berapa persen progess kita?

40

Ida

Kira kira 89 persen pak?

41

Boss

Periksa struk gaji kamu, apakah kepegawaian menulis gaji kamu dengan kata: “kira kira?”

42

Ida

Tidak ,pak

43.

Boss

Maka jangan beri jawaban kepada saya dengan memakai kata “kira kira”. Semuanya bisa dihitung kok.

44

Ida

Masalahnya, laporan dari lapangan datang bersamaan pak, 12 proyek sekaligus. Jadi  staff saya masih merecheck laporan satu persatu dan mungkin proyek palembang belum sempat tersentuh..

45.

Boss

Omong kosong macam apa yang sekarang kamu katakan padaku?

Kamu manajer operasional seluruh proyek kita dan kamu bilang bahwa laporan proyek belum tersentuh.

46

Ida

Oleh staff saya ,pak

47

Boss

Saya tahunya kamu.

Sekarang kamu selesaikan semuanya dulu, besok kita bertemu lagi di sini

( Boss meninggalkan ruangan dan tinggal ida yang tertunduk di depan berkas )

Cut

INT

Ruang meeting

Ida membanting berkas di samping purba

48

Ida

Gara gara kamu lambat aku sekarang kena teguran

Sekarang kita harus selesaikan pekerjaan ini. Sekarang. Besok pagi semuanya harus selesai

49

Purba

Tapi bu…setidaknya ijinkan saya pulang barang 2 jam saja, ada yang harus saya selesaikan dirumah.

50

Ida

Tidak. Saya tidak perduli apakah orang rumahmu mati, pekerjaan ini harus selesai malam ini

51

Purba

Bu…..

52

Kalau kamu memaksa ingin pulang,silahkan, tapi jangan pernah kembali lagi

( ida meninggalkan ruangan)

Cut

EXT

Tempat Pembuangan Akhir Sampah

53

Kamera mengikuti lalat terbang yang kemudian hinggap di sampah.

shoott tangan kecil membawa plastik pelan pelan mendekati lalat

lalat terperangkap di plastik.

Lalat diambil dan dikumpulkan di plastik penampung

54

Farida

Weh, aku dapat lalat 5, kamu dapat berapa wir

55

Nawir

Woluuuuu….

Lalat-e kok sama semua ya. ndak ada yang warnanya beda kayak burung

57

farida

Sik, tunggu

( farida lari menuju gubug, tak lama ia kembali )

58

Farida

Eh, lalat-e diwedak-i yok, biar cantik

59

Nawir

Lha itu bedaknya siapa ,da

60

Farida

Emakku.

61

(mereka memasukkan bedak ke plastik yang berisi lalat, dan kemudian memutar mutarnya . sambil tertawa tawa)

Saat nawir memperhatikan lalat yang sudah berwarna putih di dalam plastik tiba tiba tangan farida menepuk plastiknya sehingga meletus dan bedak berhamburan di muka nawir, mereka tertawa )

62

Karman berlari melewati anak 2 yang sedang bermain itu sambil membawa radio di tangannya menuju gubug. Diikiti emak dan bapak farida.

Anak 2 itu terbengong melihat orang orang berlari ke gubug. Mereka saling berpandangan.

Lalu mereka ikut ikutan berlari menyusul ke ke gubug

Cut

INT

Gubug

63

Kamera mengikuti farida yang berdesakan menuju pusat kerumunan

Di lantai terdapat radio yang ditonton bersama sama

64

Emak

Kamu tidak mencuri radio ini kan , man?

65

Karman

Biar aku miskin yu, aku tak mau mencuri.

66

Shoot wajah wajah yang mengerumuni radio

67

Bapak

Disini tidak  ada listrik,kita butuh batere, kamu sudah beli baterenya man,

68

Karman

Sudah ku isi batere itu, tapi tidak bunyi juga ,maka kubawa kesini.

69

Bapak farida mendekati radio pelan pelan, wajahnya mendekat ke radio. Sambil tangannya beberapa kali mencoba menekan nekan tombol

Lalu tiba tiba tangan bapak farida menggebrak radio

70

Shoot muka muka kaget pada orang yang mengerumuni radio

71

Shoot tangan bapak farida menggebrak kembali radio

72

Shoot wajah karman yang memelas

73

Shoot tangan bapak farida menggebrak kembali radio

74

Radio berbunyi, lagu alamat palsu ayu ting ting

75

Shoot wajah wajah gembira

76

Orang orang berjoget bersama

77

Radio mati, orang orang terhenti berjoget

78

Karman menggebrag radio, radio berbunyi kembali

79

Orang orang berjoget

80

Radio mati

81

Radio di gebrag  gebrag lagi

Cut

ext

Gubug

82

Shoot gubug dari luar

shoot radio dilempar keluar gubug

83

Shoot radio menancap di gundukan sampah

84

Radio berbunyi, lagu alamat palsu

Cut

int

Gubug

malam

85

Farida tidur dengan selimut di badan,

86

Suara emak farida

Pak, tahu dimana bedakku?

87

Farida pelan pelan menarik selimutnya menutupi kepalanya.

Cut

int

rumah ida

malam

88

Shoot mobil berhenti

89

Ida masuk rumah

90

Suasana sepi

91

Shoot ardi (suami ida) yang sedang di depan tv menggunakan bb

92

Ida melewati ardi

93

ardi sibuk dengan bb

94

ida masuk kamar

95

Ida keluar  kamar setelah mandi

96

Duduk membuka laptop

97

Shoot ruangan sepi, dan kesibukan mereka sendiri sendiri

Cut

ext

tempat pembuangan sampah akhir

pagi

98

Shoot penghuni tempat pembuangan akhir sampah yang sedang duduk jongkok berbaris sambil membawa alat mandi

99

Shoot wajah wajah tak sabar menungu

100

Shoot bilik mandi dari bambu

101

Keluar farida kecil sambil menahan tawa melewati orang orang yang berbaris menunggu antrean mandi

102

Emak

Farida, cepatlah kamu berangkat sekolah nanti terlambat

103

Farida

(sambil berlari )

Iya mak

Cut

int

gubug

pagi

104

Farida masuk ke gubug, mengangkat alas tidur yang dibawahnya ada seragam sekolahnya yang sengaja ditaruh di bawah alas tidur untuk merapikan

105

Farida memakai baju tergesa gesa dan mengambil tas dan segera berlari, sambil membawa separuh buah pisang

Cut

ext

TPA

pagi

106

Shoot farida berseragam sekolah berlari melintasi lautan sampah

Cut

ext

TPA bilik mandi

pagi

107

Wajah wajah emosi karena di dalam bilik terdengar karman membaca puisi

108

Orang orang mulai berteriak melempari bilik

109

Karman keluar terbirit birit dengan handuk menutupi dada

Cut

int

kantor

pagi

110

Shoot  ida sedang bekeja

Shhot close tangan any siatas keyboard

Shoot tumpukan berkas yang tiba tiba dijatuhakn di meja

111

Ida

Ya pak?

112

bos

Apa maksud kamu menempatkan berkas seperti ini di meja saya

113

Ida

Maaf pak, sekedar mengingatkan, bukankah bapak menginginkan semua laporan harus sudah di meja bapak pagi ini

114

Bos

Kamu pikir saya punya banyak waktu untuk membaca semua laporan ini

Dimana mana laporan itu makin naik ke atas harus makin sederhana.

Kalau saya suruh membaca semua laporan ini, apa gunanya saya membayar orang seperti kamu.

112

Ida

Maaf pak, saya akan segera perbaiki

113

Bos

Coba carikan jawaban atas sebuah pertanyaan: mengapa sejak kamu menempati posisi seperti sekarang , aku jadi selalu terlambat memberi keputusan

114

Ida

Maaf pak, saya kira saya hanya butuh adaptasi dengan jabatan baru saya ini

115

Boss

Seminggu , 2 minggu ok lah, kamu boleh bilang begitu. Ini sudah lebih dari sebulan kok masih adaptasi

Kamu pikir saya membayar gaji kamu ada adaptasinya juga kah?

116

Ida

Tidak pak

Saya akan efektifkan kerja saya dengan staff pak

117

Boss

Selalu saja staff yang kamu buat alasan,

Kamu punya wewenang mengganti staff kalau ia tidak becus. Suatu kewenangan yang saya juga punyai bila kamu tidak becus.

118

Shoot boss meninggalkan ruangan.

Shoot ida yang termenung memandang tumpukan berkas

Shoot ida mengangkat telpon meminta purba masuk keruangannya

119

 Purba

Ya bu?

120

(Ida memberi purba selembar kertas kosong)

Coba lihat isinya

121

Purba

Kosong bu

122

ida

Ya. kosong.

Seperti otak kamu.

Aku sudah kesulitan lagi untuk bisa mempertahankan kamu sebagai staffku,purba.

Aku terpaksa harus memperhentikan kamu

123

Purba

(menghela nafas )

Setidaknya beri saya kesempatan untuk memperbaiki diri bu.

Maafkan saya kalau akhir akhir ini saya agak kurang konsentrasi

124

Ida

Ada masalah dengan orang rumah?

125

Purba ( menunduk)

Yang pasti saya masih membutuhkan pekerjaan ini.

126

ida

Besok aku urus pesangon kamu, tapi biar  kusimpan dulu, kalau sampai akhir bulan aku melihat tak ada kemajuan padamu. Pesangonmu akan kuberikan.

Cut

ext

TPA

Siang

127

Anak anak bermain lempar lemparan bola

Bola terlempar jauh melewati gundukan sampah

Nawir mengejar bola

Ketika di puncak gundukan sampah langkahnya tertahan dan seperti orang tertegun

Farida memanggil nawir, tapi nawir masih tertegun di puncak gundukan sampah

Farida menyusul nawir

Shoot wajah nawir dan farida yang bingung

Shoot cemara (penderita down syndrom) yang sedang sibuk menali sepatunya

128

Nawir

Oey..oey..kowe sopo?

129

Cemara menoleh ke atas dan melanjutkan menalikan sepatunya

130

Farida

Heh…heh…kowe cah ilang yo?

131

Cemara meneruskan menali sepatunya

132

Perlahan lahan nawir dan farida mendekati

133

Tiba tiba cemara marah karena tak bisa menali sepatunya, ia melepas sepatunya dan membanting

134

Farida dan nawir terkejut, lari menjauh. Tak lama berhenti dan melihat cemara sibuk menlai sepatu lagi.

Farida dan nawir berpandangan heran lalu lari mencari emak dan bapaknya

Cut

ext

TPA

Siang

135

Farida

Maak…maak….maak

136

Emak

Ada apa, nak?

137

Farida

Ada anak hilang  masuk sini

138

Emak saling pandang dengan bapak

Cut

ext

TPA

Siang

139

Emak dan bapak mendekati cemara

140

Emak

Nak, kamu rumahnya mana?

Siapa namamu

141

Cemara sibuk menali sepatunya

Namaku cemara

142

Emak

Mau kubantu menalikan sepatunya?

Coba sini kubantu

143

Ketika tangan emak mendekat sepatunya ,cemara menepis dan marah marah

144

Emak tersenyum sabar

145

Bapak

Sini nak, ikutlah dengan kami. Kamu pasti haus.

Digubug kami nanti kamu boleh melanjutkan tali sepatumu.

Kamu boleh tinggal disini selama kamu suka

Yok.

146

Emak menggandeng cemara menuju gubugnya

Ketika nawir dan ida akan mengikuti mereka, bapak menahannya

147

Bapak

Wir,da. Teman barumu itu mungkin sedikit berbeda dengan kalian

Dia tidak kurang dan kamu tidak lebih, dia hanya sedikit berbeda

Maka terima dia dengan segala perbedaannya.

Jangan kamu permainkan karena perbedaanya, karena segala perbedaan itu Tuhan yang membuat

Bisa kalian mengerti?

148

Nawir dan farida mengangguk ngangguk.

Nawir dan farida berjalan mengikuti bapak berjalan

Shoot dari belakang

149

Nawir ( berkata pelan )

Bapakmu kok pinter to da? Biyen sekolahe ning ndi?

150

Farida (berkata pelan )

Mbuh. Aku nemu wis ngono kok.

Cut

ext

halaman parkir kantor

sore

151

Ida didalam mobil bersiap untuk pulang

Melihat dari spion tampak purba sedang mengeluarkan sepeda motornya

Shoot  gerakan tangan yang akan menstarter mobil

152

Sepeda motor melewati mobil ida

153

Ida mengikuti sepeda motor purba

154

Motor berhenti di sebuah rumah bertulis panti asuhan cacat ganda

155

Shoot wajah heran farida

Perlahan farida membuka pintu mobil

Shoot farida mendekat panti asuhan dan sedikit termangu melihat tulisan papan nama

Farida mengetuk pintu perlahan

Dyah membuka pintu sambil menggendong anak kecil tuna ganda

156

Dyah ( tersenyum)

Ya bu?

157

Ida ( sedikit ragu )

Maaf, saya mau bertemu purba ada?

158

Dyah

Silahkan bu

Tapi purba sedang sholat, mari masuk

159

Ida masuk sambil mengamati sekelilingnya

160

Ida

Ini tempat apa mbak?

161

Dyah

Panggil saya dyah, saya kakaknya purba.

Orang tua kami sudah meninggal, jadi hanya kami berdua tinggal disini

Ini rumah kami warisan orangtua kami

Disini juga kami gunakan untuk mengasuh anak anak

Maaf, Saya sekarang bicara dengan mbak siapa?

162

Ida

Ida. Itu nama panggilan saya.

163

Dyah

Ooh, mbak ida atasannya purba.

Purba pernah cerita tentang mbak ida

164

Ida

Oh ya?

Cerita apa dia?

165

Dyah

Wanita yang hebat, dan sangat baik pada bawahannya

166

Ida ( tertegun dan menunduk )

167

Ida

Siapa ini  yang membiayai mbak

168

Dyah

Kadang ada orang membantu, tapi kami tidak minta minta

Maka lebih banyak menggunakan gaji purba.

169

Ida ( tertegun )

Oh..

Suami mbak dimana?

170

Dyah ( tertunduk , lalu tersenyum)

Tuhan belum mempertemukan saya dengan jodoh saya

171

Tiba tiba terdengar anak kecil tertawa,

Ida berdiri dan menuju ruang tengah

Bersandar di pintu memandang haru purba yang sedang bermain main denan anak cacat ganda

Cut

int

rumah ida

malam

172

Ida masuk ke rumah

Suami ida  duduk sambil memegang bb di depan tv

Ida duduk di samping suaminya sambil tertegun dan menghela nafas

173

Suaminya melirik sebentar lalu meneruskan chat nya

174

Ida

Dulu setiap aku merasakan sepi, aku menganggapnya itulah ketenangan

175

Suaminya tak menjawab

176

ida

Sejak kita sama sama disibukkan dengan pekerjaan kita, aku merasakan bahwa ada sesuatu yang hilang di dalam hatiku

Selama itu pula aku mencarinya, walau aku tak tak tahu apa yang sebenarnya kucari

Sekarang kutemukan jawabannya

Aku kehilangan kebahagiaan.

( menggeleng kepala )

Sudah tak punya lagi kebahagiaan

(jeda)

Sekarang Aku bisa membeli apa yang dulu hanya kuanggap mimpi

Dulu aku berfikir dengan cara itu aku mendapat kebahagiaan. Aku salah

Aku hanya mendapatkan  kesenangan

bukan kebahagiaan yang dulu pernah kurasakan

di sebuah masa

yang justru segalanya serba terbatas.

(jeda)

Tadi aku baru saja melihat sebuah kebahagiaan

Pada mata orang orang yang selama ini lewat di depanku  sebagai nama

Dan emi segala ambisiku, aku hampir saja membuat orang orang itu kehilangan kebahagiaan

(jeda)

Membuat aku merasa bahwa sebagai manusia , aku bukanlah siapa siapa.

Bukan apa apa

(jeda)

Sebagai pohon yang ingin tumbuh menggapai langit

Ujung daunku sudah tak mengenal akarnya

Aku patah

177

Suami ida

Aku tak tahu apa yang kau bicarakan

178

Ida ( tertunduk dan kemudian berdiri )

Sudahlah

Mungkin kita harus belajar lagi bagaimana cara bicara dan mendengarkan

Kita sudah lama tak melakukannya

179

Shoot suami ida yang tertegun

Cut

ext

tpa

siang

180

Emak dan bapak sedang duduk berdua, makan di depan gubug sambil memandang anak anak yang mengajak cemara bermain

181

Emak

Tampaknya cemara sudah mulai nyaman dengan kita pak

182

Bapak

Semoga begitu,

Sayangnya anak itu tak bisa menemani farida bersekolah

Tapi memang ia tak membutuhkan sekolah seperti farida

Yang ia butuhkan cukup pengetahuan untuk bisa mandiri

183

Emak

Itu sebabnya ia ingin sekali bisa menali sepatunya sendiri

184

Bapak

Ya. kita semua harus membantu cemara bukan dengan cara menalikan sepatunya, tapi justru dengan mengajari dia menalikan sepatunya sendiri

185

Emak

Supaya ia bisa mandiri

186

Bapak

Semua anak  harus diajari mandiri mak, tapi dengan cara sendiri sendiri

187

Emak

Kudengar akan ada pabrik yang akan mengelola limbah pak

Mungkin kita tak bisa lagi kerja seperti ini lagi

Semua sampah akan masuk ke pabrik

188

Bapak

Ya  pemilik pabrik itu sama dengan kita, sama sama pemulung hanya dia berdasi

189

Emak

Kalau kita harus meninggalkan tempat ini dan kembali ke jalan seperti dulu

Aku khawatir tentang pendidikan anak kita

190

Bapak

Kita niatkan saja agar anak kita menjadi lebih baik dari kita ,mak

Kita usahakan semampu kita

Selebihnya biar sang pewarna pelangi yang mengaturnya

Cut

int

kantor

siang

191

Ida sedang mengetik di mejanya dan menganalisa berkas

Pintu terketuk

192

Ida

Masuk

193

Purba (masuk membawa berkas)

Ini berkas penagihannya bu

194

Ida ( melepas kacamata dan memandang purba agak lama)

195

Purba

Maaf bu, apakah sekarang saatnya saya diberhentikan?

195

Ida  (tersenyum)

Kamu sudah makan?

196

Purba

Belum bu

197

Ida

Temani saya makan?

198

Purba

Maaf bu. Saya tidak bisa

199

Ida

Kenapa?

200

Purba

Saya merasa tidak pantas saja

201

Ida

Kamu ingin saya pecat?

202
purba

Tidak bu

203

Ida (tersenyum dan berdiri )

Kalau begitu temani saya makan

204

Shoot klip ida dan purba makan dan ngobrol di sebuah taman

Shoot klip ida dan purba di panti asuhan tuna ganda

Sesekali ida mencuri pandang pada purba, dan dyah memergokinya tapi hanya bisa menunduk.

Shoot klip ida berboncengan dengan purba naik sepeda motor dijalanan kota

Cut

ext

tpa

siang

205

Farida dan teman temannya menggunakan kayu bermain seolah olah naik motor berputar putar.

206

farida ( menarik cemara yang sedang duduk  belajar menali sepatunya)

Ayok cemara, kubonceng kita putar putar kota

Ngeeeenggg

207

Cemara duduk kembali dan belajar menali sepatunya lagi farida mendekatinya bersama temannya

208

Farida

Aku nanti kalau besar ingin punya mobil, biar ndak kepanasan terus

Naik motor seperti tadi panas

Aku juga ingin punya rumah yang besar

Kamu ingin jadi apa wir?

209

Nawir

Ingin jadi pak presiden

210

Farida

Kamu, cemara? Apa cita citamu?

211

Cemara diam

Aku ingin bisa menali sepatuku sendiri

Agar ibuku senang

212

Farida dan nawir saling berpandangan

Tiba tiba karman berlari di depan mereka,

213

Farida ( berteriak )

Ada apa kang?

214

Karman

Ono tontonan

215

Anak anak itu berlari menyusul karman

Cut

ext

tpa

siang

216

Shoot orang yang sedang kampanye kecil di tpa,

Seluruh penghuni tpa mengerumuninya

217

Caleg

Jadi bapak bapak jangan lupa nama saya ya. bintoro jenggel mustopo

Dan hapalkan wajah saya

Besok kalo coblosan jangan lupa coblos wajah saya

Mengerti

218

Penghuni tpa

Mengertiiiii

219

Caleg

Nanti kalau saya terpilih, akan saya bangun perumahan muraah

Sehingga bapak bapak dan ibu ibu tidak perlu tinggal disini

Setuju?

212

Penghuni tpa

Setujuuuuuu

213

caleg

Saya akan bangun jalan jalan sehingga sampean sampean kalau mau kepasar dan sekolah gampang

Saya ini akan mewakili sampean sampean di legeslatip,

mewakili rakyat indonesia dan saya akan perjuangkan hak hak rakyat indonesia untuk mendapatkan keadilan dan kesejahteraan

214

Penghuni tpa

Wueeeh,,,manteb manteb,,,,,,(tepuk tangan )

215

caleg

Saya akan  membangun sekolah sekolah gratis sehingga anak anak kita tidak usah bingung sekolah, supaya generasi muda kita menjadi pintar sehingga indonesia tambah maju, tambah jaya

216

Penghuni tpa

Merdekaaaaa…..(tepuk tangan )

217

Caleg

Saya akan memperjuangkan penegakan hukum, sehingga seluruh rakyat semuanya sama di mata hukumn, tidak pejabat tidak rakyat semuanya sama di depan hukum , tak ada pengecualian

Kita juga akan berantas korupsi sampai ke akar akarnya, sehingga uang yang mereka korupsi bisa kita gunakan untuk membangun sarana air bersih dan memperbaiki sekolah yang rusak

218

Penghuni tpa

Wuiiih…kereeennnnn

219

Caleg

Nah sekarang saya bagikan sembako untuk kalian

Ini bukan untuk menyogok lho ya

Ini hanya untuk menjalan silaturohmi saja

Tapi jangan lupa, pilih saya

Bintoro jenggel mustopo

Diingat ya

Itu didalamnya ada poster saya, kalau perlu ditempel di dinding rumah biar ndak lupa

220

Penghuni TPA berebut sembaku

221

Berjalan mereka meninggalkan caleg

222

Karman

Tadi itu namanya siapa kang?

223

Bapak

Embuh saya juga lupa ndak penting

224

Emak

Sing penting lak sembakone to man

225

Farida

Orang tadi ngapain to pak?

226

Bapak

Lagi nglawak ,nak

227

Farida

Oooo

Kok ndak lucu

228

Emak

Nanti nak,kalau sudah jadi pejabat mereka akan lucu

Itu baru latihan

Cut

int

kantor

siang

229

Ida sedang bekerja di mejanya

230

Bos

Ida, sudah berapa kali saya bilang,

Bahwa  untuk orang seperti posisi kamu, harusnya melihat segala sesuatu dari strategy perusahaan

Laporan progress kamu jangan ngawur,biarpun itu fakta lapangan tapi itu membuat kita tidak bisa  menagih

Itu berarti cashflow kita akan kacau.

Dan kalau casflow kacau ,maka seluruh planing perusahaan kita akan kacau

Padahal kita punya banyak hal yang harus dibayar minggu depan

231

Ida  ( tersenyum )

231

Bos

Kamu jangan Cuma senyam senyum saja, emang kamu pikir kamu saya bayar dengan senyuman.

232

Ida ( berdiri dengan tenang )

233

Bos

Kamu mau kemana?

234

Ida

Pulang pak

Surat pengunduran diri saya kirim besok

235

Bos

Loh, ndak bisa begitu. Kamu harus selesaikan tugas kamu.

( memegang lengan ida)

236

Ida (tenang )

Anda menyakiti saya pak

237

Ida berjalan sambil tersenyum dan tertawa lega meninggalkan bos yang termangu memandang ida

Setengah jalan ida berlari meninggalkan kantor

Cut

ext

tpa

siang

238

Farida kecil berlari pulang sekolah menuju gubugnya

Dipintu gubug teryata ada mama dan papa cemara

Shoot wajah emak yang menangis

239

Mama cemara

Ini putri ibu?

240

Iya bu,

Namanya farida

Sini da

Bapakmu mau bicara

241

Bapak

Nak, ini ibu cemara

Ia ingin mengajak cemara pulang kerumahnya

242

Farida tertegun lalu mendekati cemara yang sedang menali sepatunya

243

Emak

Aku sudah menganggap cemara seperti anakku sendiri bu

Jadi maafkan aku bila aku merasa berat

244

Mama cemara

Saya yang berterimakasih bu, bapak ibu telah telah merawat cemara dengan baik, sungguh saya sangat berterimakasih

245

Cemara ( tiba tiba berdiri dan berteriak )

Horee aku bisa menali tali sepatu sendiri

246

Emak menangis dan memeluk cemara

247

Bapak

Mak, cemara sudah bisa menali tali sepatu sendiri

Cemara tak pergi, ia hanya pulang

248

Cemara di gandeng mama nya untuk di ajak pergi

Cemara tak melepas pegangan tangan farida

Dan wajah cemara memandang ibunya

Cemara melepas gelangnya dan memberikan ke farida

Cut

ext

rumah farida

siang

249

Ida ( masuk rumah sambil telfon )

250

Purba ( mengangkat telpon)

Ya bu?

251

ida

Aku sudah keluar dari pekerjaan dan kuharap kamu juga keluar besok

Aku sudah lelah

252

Purba

Tapi saya masih butuh pekerjaan bu

253

Ida ( membuka lemari dan mengeluarkan pakaian )

Sudahlah tinggalkan pekerjaan itu

Aku punya sendiri kecil kecilan cukup untuk kita,kakakmu dan seluruh penghuni rumahmu

255

Purba

Kita?

256

Ida (membuka kotak, berisi gelang pemberian cemara,tertegun sejenak kemudian memasukkan ke koper )

Ya, aku juga akan tinggalkan suamiku

257

Purba ( terkejut )

Maaf bu, mohon diulangi

258

Ida

Jangan panggil aku bu lagi

Panggil aku ida, farida

Aku akan tinggalkan suamiku dan temui aku di taman tempat kita biasa makan

259

Purba

Tapi bu,

260

farida

Namaku farida,

Apakah kamu selamanya mau hidup dengan segala keterbatasan itu

Aku juga sudah lelah hidup dalam ketidak nyamanan

Saatnya kita ambil keputusan untuk hidup kita yang lebih baik

Sebentar lagi suamiku akan datang, aku akan pamit dulu padanya

Aku tunggu kamu di taman  2 jam lagi

2 jam lagi

Ingat

261

Purba ( meletakkan telpon) dan memandang kakaknya yang sedang menggendong anak tuna ganda. Mereka berpandangan

Cut

int

rumah farida

sore

262

Ida ( duduk  di kursi ,disampingnya nya ada koper. Sesekali memandang jam dinding )

Tangannya memainkan handphone

263

Suaminya datang

264

Ida

Mas, ada yang ingin kubicarakan padamu

265

Suami

Ya?

266

Ida

Aku merasa kehidupan rumah tangga kita sudah tidak sehat

Selama ini kita terlalu sibuk dengan diri kita sendiri

Kita seperti orang lain yang tinggal di satu atap

Aku kehilangan dirimu yang dulu , bahkan aku jadi kehilangan diriku sendiri

267

Lalu?

Aku akan pergi dari rumah ini

Aku ingin kita berpisah

Bukan untuk sementara

Tapi untuk selamanya

Cut

int

rumah purba

sore

268

Purba menunduk, sesekali melihat jam

Cut

int

rumah  ida

sore

269

Suami

Dik

Beberapa hari ini aku merenung

Kamu benar

Hubungan kita memang sudah tidak sehat lagi

Kita sudah begitu dalam terjebak dalam kesibukan diri sendiri

Tapi tidakkah kita bisa memperbaiki lagi?

Kita masih punya waktu untuk memperbaiki diri

Cut

int

rumah  purba

sore

270

Purba berjalan perlahan menuju pintu

Dyah berdiri di belakang purba

271

Purba berhenti di depan pintu

Cut

int

rumah  ida

sore

273

Ida (keras)

Dulu kita sama sama mulai dari bawah saat kita memutuskan untuk menikah

Tapi apa yang kudapatkan? Justru aku merasa tak punya siapa siapa lagi

Dulu waktu aku masih tinggal di tempat pembuangan sampah justru aku selalu merasa bahagia,

Disini aku selalu merasa kesepian

274

Suami

Aku tahu, dik

Tapi bukan berarti kita harus mengakhiri dengan perpisahan

Aku salah telah mengabaikanmu selama ini, tapi aku berjanji untuk memperbaikinya

275

Ida ( menangis )

Hatiku sudah terisi dengan orang lain mas

Bukan pada orang yang memberiku hadiah mahal

Tapi justru orang yang mengabdikan diri pada kemanusiaan, aku seperti melihat diriku sendiri di masa lalu

Aku ingin seperti dia,mengabdikan diri pada kemanusiaan .

276

Suami ( hela nafas)

Kamu hanya terobsesi saja dik

Obsesi yang lahir dari masa lalumu dan keputus asaanmu terhadap keadaan sekarang

Aku akan perbaiki diri

Kita akan memperbaiki  keadan ini

Jangan menghukumku dengan cara tak memberiku waktu untuk memperbaiki diri

277

Ida berjalan meninggalkan suaminya dan berdiri di pintu

278

Suami

Kalau kamu pergi  meninggalkan pintu untuk kemanusiaan,aku sangat bangga .

Tapi bila kamu meninggalkan pintu itu untuk obsesi pada orang lain, kamu menutup kesempatan buatku untuk memperbaiki diri

279

Ida tertegun di depan pintu

Duduk di depan pintu

Slide  masa kecil farida

Slide perkenalan dengan cemara

Slide pengusiran orang tuanya oleh satpol pp

Slide purba

shoot ida di  duduk depan pintu

Cut

int

rumah  purba

sore

280

short to long  purba duduk di depan pintu

Cut

int

rumah  ida

sore

281

Short to long ida duduk di depan pintu

tamat

edhie prayitno ige – bapak satu anak dan penyuka anggrek gratisan

Ngaten
0
Muach
0
Telo
0
Kakekane
0
Tenane
0
Hajinguk
0
Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close